Ketua Parlemen Iran Klaim AS Terdesak, Ungkap Permintaan Negosiasi

Ketua Parlemen Iran Klaim AS Terdesak, Ungkap Permintaan Negosiasi
Ilustrasi. Foto: Ketua Parlemen Iran Klaim AS Terdesak, Ungkap Permintaan Negosiasi

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengklaim Amerika Serikat (AS) berada dalam posisi terdesak dan meminta dibukanya jalur negosiasi dengan Teheran. Pernyataan itu disampaikan Ghalibaf saat bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani yang berada di Iran dalam rangka menghadiri prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Dalam pertemuan tersebut, Ghalibaf memaparkan pandangan Iran mengenai perkembangan konflik dengan Amerika Serikat dan sekutunya. Ia menegaskan Teheran tetap mempertahankan kewaspadaan meskipun terdapat komunikasi terkait kemungkinan perundingan. Menurutnya, pengalaman konflik sebelumnya membuat Iran tidak ingin mengendurkan kesiapan menghadapi potensi ancaman baru.

Ghalibaf juga mengungkapkan bahwa dirinya menerima informasi mengenai permintaan dari Presiden AS Donald Trump untuk melakukan negosiasi. Klaim tersebut disampaikan sebagai gambaran bahwa tekanan terhadap Iran, menurut pandangan Teheran, tidak berhasil memaksa negara itu mengubah sikap politik maupun strategi pertahanannya.

Pertemuan dengan Ghalibaf menjadi bagian dari rangkaian kunjungan delegasi Indonesia ke Iran. Ahmad Muzani hadir mewakili Indonesia bersama Menteri Luar Negeri Sugiono untuk menyampaikan penghormatan dan belasungkawa atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei. Kehadiran delegasi Indonesia juga mencerminkan hubungan diplomatik yang telah lama terjalin antara Jakarta dan Teheran.

Dalam pembicaraan tersebut, kedua pihak turut membahas hubungan bilateral serta perkembangan situasi geopolitik yang memengaruhi kawasan Timur Tengah. Indonesia selama ini konsisten mendorong penyelesaian konflik melalui diplomasi, dialog, dan penghormatan terhadap hukum internasional guna mencegah eskalasi yang dapat menimbulkan dampak lebih luas.

Pernyataan Ghalibaf muncul ketika ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat menjadi perhatian internasional. Perkembangan konflik tidak hanya berpengaruh terhadap keamanan kawasan, tetapi juga berpotensi menekan pasar energi dan stabilitas ekonomi global.

Meski mengklaim pihak lawan berada dalam tekanan, Iran menegaskan tetap berhati-hati menghadapi setiap perkembangan diplomatik. Teheran memandang negosiasi harus disertai jaminan yang dapat dipercaya dan tidak mengabaikan kepentingan nasionalnya.

Pertemuan dengan pimpinan MPR RI sekaligus menjadi ruang pertukaran pandangan mengenai situasi terkini. Indonesia diharapkan tetap memainkan peran diplomatik dengan mendorong deeskalasi dan penyelesaian damai di tengah ketegangan geopolitik yang masih berlangsung.

Website |  + posts