Thailand Bantah Isu Wabah COVID-19 dengan Gejala Parah - BeritaSatuWorld.com

Thailand Bantah Isu Wabah COVID-19 dengan Gejala Parah

Kementerian Kesehatan Thailand membantah informasi mengenai dugaan wabah COVID-19 dengan gejala tidak lazim dan parah yang beredar di media sosial. Pemerintah Thailand menegaskan kondisi kasus COVID-19 saat ini masih berada pada tingkat yang lebih rendah dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Isu tersebut kembali menjadi perhatian pada Kamis setelah sejumlah media Rusia melaporkan dugaan wabah COVID-19 di kalangan warga Rusia yang sedang berada di Phuket. Informasi yang beredar menyebutkan pasien mengalami demam tinggi, sakit kepala berat, dan nyeri tubuh.

Kementerian Kesehatan Thailand menyatakan informasi mengenai infeksi virus yang disebut tidak lazim tersebut telah beredar di media sosial Thailand sejak akhir Agustus. Namun, data resmi pemerintah tidak menunjukkan adanya lonjakan kasus dengan karakteristik seperti yang diklaim dalam informasi tersebut.

Berdasarkan data periode 1 Januari hingga 31 Agustus 2026, Thailand mencatat 99.691 kasus COVID-19 dengan 15 kematian. Angka kematian tersebut setara sekitar 0,02 persen dari total kasus.

Kementerian membandingkan angka tersebut dengan catatan tahunan sebelumnya. Pada 2025, Thailand mencatat 614.601 kasus dan 274 kematian, sedangkan pada 2024 terdapat 777.730 kasus dengan 219 kematian. Sementara itu, pada 2023 tercatat 618.793 kasus dan 852 kematian.

“Jumlah total kasus tahunan dalam dua hingga tiga tahun sebelumnya berkisar antara 600.000 hingga 700.000 kasus,” demikian pernyataan Kementerian Kesehatan Thailand.

Pemerintah juga menyebut Omicron NB.1.8.1 masih menjadi varian yang dominan di Thailand pada September 2026. Varian tersebut sebelumnya juga menjadi varian dominan pada 2025.

Menurut kementerian, varian yang beredar saat ini tidak menunjukkan karakteristik berupa gejala parah seperti edema paru akut. Sebagian besar pasien juga tidak membutuhkan bantuan ventilator.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Thailand, Jurai Wongsawat, mengatakan peningkatan kasus COVID-19 saat ini merupakan bagian dari pola yang kerap terjadi ketika memasuki musim hujan. Pada periode tersebut, berbagai jenis infeksi saluran pernapasan juga cenderung mengalami peningkatan.

Meski insidensi COVID-19 sedang naik, Jurai menegaskan jumlah kasus masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama maupun catatan beberapa tahun sebelumnya. Pemerintah tetap memantau perkembangan infeksi dan kondisi kesehatan masyarakat.

Website |  + posts

Penulis konten lifestyle dan hiburan yang senang membahas tren budaya populer dan gaya hidup modern.

More From Author

Pakar Operasi AS Belum Kurangi Peredaran Kokain - BeritaSatuWorld.com

Pakar: Operasi AS Belum Kurangi Peredaran Kokain

Kanal Pinglu China Dibuka, Hubungkan Barat Daya ke Laut - BeritaSatuWorld.com

Kanal Pinglu China Dibuka, Hubungkan Barat Daya ke Laut