Tiongkok Perkuat Deteksi Cerdas untuk Cegah Penyakit Menular - BeritaSatuWorld.com

Tiongkok Perkuat Deteksi Cerdas untuk Cegah Penyakit Menular

Tiongkok memperkuat sistem deteksi dan peringatan dini penyakit menular dengan memanfaatkan kecerdasan artifisial (AI). Teknologi tersebut digunakan untuk membantu tenaga medis menemukan tanda risiko penyakit lebih cepat sekaligus mendukung penyelidikan epidemiologis.

Salah satu penerapannya terlihat di Rumah Sakit Rakyat Kedua Tianjin. Sistem cerdas dapat menganalisis rekam medis dan memberikan peringatan apabila menemukan indikasi yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan. Salah satu agen AI bahkan mampu menelusuri informasi klinis pasien dan menandai petunjuk diagnostik dalam waktu sekitar 30 detik.

Kepala Departemen Kesehatan Masyarakat rumah sakit tersebut, Dai Jigeng, mengatakan deteksi hepatitis sebelumnya banyak bergantung pada pengalaman dokter dan pemeriksaan lanjutan secara bertahap. Dengan sistem baru, identifikasi risiko dapat dilakukan lebih proaktif dengan tetap menerapkan perlindungan ketat terhadap privasi pasien.

Pengembangan teknologi itu menjadi bagian dari perubahan sistem pemantauan penyakit menular di Tiongkok. Berdasarkan pedoman yang diterbitkan pada 2024 oleh Administrasi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Nasional bersama delapan lembaga pemerintah lainnya, pemantauan diarahkan menggunakan berbagai sumber informasi.

Selain rumah sakit, sistem dapat memanfaatkan data dari laboratorium, apotek, dan lingkungan untuk menemukan sinyal yang berpotensi menunjukkan risiko penyakit. Sinyal tersebut kemudian dapat ditindaklanjuti melalui pemeriksaan lebih mendalam.

Di Shanghai, sistem deteksi cerdas di Distrik Jing’an pada Desember 2025 pernah mengidentifikasi dugaan klaster pneumonia yang melibatkan tiga pasien dari kawasan permukiman yang sama. Investigasi selanjutnya menemukan ketiganya tidak memiliki kontak erat maupun paparan yang sama. Dugaan klaster penularan pun dapat dikesampingkan dalam waktu kurang dari 24 jam sejak peringatan awal.

Wakil Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Kota Shanghai Wu Huanyu mengatakan proses tersebut menunjukkan manfaat sistem peringatan dalam mempercepat verifikasi risiko.

Secara nasional, Tiongkok juga memperluas infrastruktur pemantauan penyakit. Selama periode Rencana Lima Tahun ke-14 2021–2025, negara tersebut membangun delapan sistem pemantauan yang mencakup gejala, patogen, vektor penyakit, hingga air limbah. Infrastruktur itu didukung lebih dari 40.000 laboratorium dengan kemampuan identifikasi patogen.

Lebih dari 50.000 institusi medis juga telah menggunakan perangkat lunak cerdas untuk pemantauan penyakit menular. Menurut data pemerintah, rata-rata waktu antara diagnosis dan pelaporan berkurang dari 5,2 jam menjadi 3,7 jam.

Rencana Lima Tahun ke-15 untuk pencegahan dan pengendalian penyakit yang dirilis pada Juli menargetkan terbentuknya sistem pengendalian penyakit modern pada 2030, termasuk pemantauan multisaluran yang mampu merespons ancaman epidemi secara lebih cepat.

Website |  + posts

Jurnalis digital yang fokus pada berita teknologi, startup, dan perkembangan media online modern di Indonesia.

More From Author

GEO Berbasis Hasil Mulai Berkembang di Indonesia

GEO Berbasis Hasil Mulai Berkembang di Indonesia: 10 Agensi Generative Engine Optimization Diperingkat Berdasarkan Kinerja Kutipan AI, Transparansi Harga, dan Hasil Terdokumentasi untuk 2026

PLN EPI Pastikan Pasokan Energi PLTU Bolok Siap - BeritaSatuWorld.com

PLN EPI Pastikan Pasokan Energi PLTU Bolok Siap