Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, bergerak cepat menindaklanjuti laporan mengenai potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) yang disebut dapat berdampak pada sekitar 55 ribu pekerja. Setelah menerima aspirasi dari kalangan buruh, Dasco langsung menghubungi Direktur Utama Pertamina untuk mencari kejelasan serta mendorong langkah mitigasi agar gelombang PHK dapat dicegah.
Langkah tersebut menunjukkan perhatian pemerintah dan DPR terhadap isu ketenagakerjaan yang belakangan menjadi sorotan di tengah tekanan yang dihadapi sejumlah sektor industri. Dasco menilai perlindungan terhadap tenaga kerja harus menjadi prioritas, terutama ketika muncul laporan mengenai ancaman PHK dalam jumlah besar.
Menurut informasi yang diterimanya dari perwakilan pekerja, potensi PHK tersebut berisiko memengaruhi puluhan ribu buruh yang selama ini menggantungkan penghasilan dari sektor terkait. Karena itu, komunikasi dengan manajemen perusahaan dianggap penting untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi yang sebenarnya terjadi.
Dasco selama ini aktif terlibat dalam berbagai upaya penyelesaian persoalan ketenagakerjaan. Dalam sejumlah kesempatan, ia juga terlibat dalam pembahasan mitigasi PHK bersama serikat pekerja dan pemerintah guna mencari solusi yang tidak merugikan pekerja maupun dunia usaha.
Pemerintah sendiri telah membentuk Satgas Mitigasi PHK dan Kesejahteraan Buruh sebagai salah satu instrumen untuk mengantisipasi gelombang pemutusan hubungan kerja. Satgas tersebut diharapkan mampu menjadi wadah penyelesaian berbagai persoalan hubungan industrial sebelum berujung pada PHK massal.
Selain mendorong dialog dengan perusahaan, DPR juga meminta seluruh pihak mengedepankan musyawarah dan transparansi dalam mencari jalan keluar. Menurut Dasco, keberlangsungan usaha dan perlindungan tenaga kerja harus berjalan beriringan agar tidak menimbulkan dampak sosial maupun ekonomi yang lebih luas.
Kalangan buruh berharap pemerintah dapat turun tangan lebih aktif dalam mengawasi perkembangan situasi tersebut. Mereka menilai langkah cepat diperlukan untuk memberikan kepastian kepada pekerja yang saat ini masih dibayangi ketidakjelasan mengenai masa depan pekerjaan mereka.
Di tengah tantangan ekonomi global yang masih berlangsung, isu PHK menjadi perhatian utama pemerintah. Berbagai program pelatihan vokasi, magang, hingga stimulus ekonomi yang telah disiapkan pemerintah juga diarahkan untuk menjaga daya serap tenaga kerja nasional.
Perkembangan pembahasan antara DPR, pemerintah, dan pihak perusahaan diperkirakan akan terus dipantau dalam beberapa waktu ke depan. Hasil komunikasi yang dilakukan Dasco dengan manajemen Pertamina diharapkan dapat memberikan kepastian sekaligus mencegah terjadinya gelombang PHK yang lebih besar.








