Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono menegaskan pentingnya Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) menjalankan mandatnya secara penuh dan efektif. Menurutnya, jutaan pengungsi Palestina masih bergantung pada bantuan yang diberikan badan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Sugiono dalam Pertemuan Tingkat Menteri untuk Mendukung UNRWA yang berlangsung di Markas Besar PBB, New York, sebagaimana dipantau dari Jakarta, Jumat.
“UNRWA harus dapat melaksanakan mandatnya secara penuh dan efektif karena jutaan pengungsi Palestina bergantung pada bantuannya,” kata Sugiono.
Sugiono menyampaikan bahwa UNRWA saat ini menghadapi tekanan politik dan keuangan yang semakin besar. Kondisi tersebut, menurut dia, perlu menjadi perhatian masyarakat internasional agar badan PBB itu tetap mampu menjalankan tugas kemanusiaannya.
Ia menekankan perlunya perlindungan terhadap personel dan fasilitas UNRWA. Selain itu, dukungan pendanaan yang berkelanjutan dan dapat diprediksi juga dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan berbagai program bantuan bagi pengungsi Palestina.
Dalam pertemuan tersebut, Sugiono turut menyoroti penyitaan Pusat Pelatihan UNRWA di Kalandia, wilayah pendudukan Yerusalem Timur. Ia menilai tindakan tersebut menghambat operasional UNRWA serta mempertanyakan kesesuaiannya dengan prinsip perlindungan dan keutuhan fasilitas PBB berdasarkan hukum internasional.
“Tindakan tersebut menghambat operasional Badan dan melanggar prinsip tidak dapat diganggunya kekebalan dan keutuhan fasilitas Perserikatan Bangsa-Bangsa berdasarkan hukum internasional. Situasi ini tidak boleh terus berlanjut,” ujarnya.
Indonesia, kata Sugiono, akan tetap memberikan dukungan terhadap UNRWA. Pada 2026, pemerintah Indonesia kembali memberikan kontribusi tahunan sebesar 1,2 juta dolar AS kepada badan PBB tersebut.
Selain mempertahankan dukungan nasional, Indonesia juga mendorong negara-negara lain untuk meningkatkan kontribusi mereka kepada UNRWA. Langkah tersebut dinilai diperlukan untuk memastikan badan tersebut dapat mempertahankan kegiatan dan layanan yang dibutuhkan para pengungsi.
Menurut Sugiono, keberlanjutan UNRWA tidak hanya bergantung pada dukungan finansial, tetapi juga pada penghormatan terhadap mandat yang telah diberikan kepada badan tersebut.
“Yang dibutuhkan sekarang adalah penghormatan penuh terhadap mandat UNRWA, yang didukung oleh komitmen bersama untuk mempertahankan kerja badan tersebut,” katanya.
Sugiono juga menekankan pentingnya menjaga kredibilitas dan integritas UNRWA dari disinformasi maupun berbagai upaya yang dapat melemahkan pelaksanaan tugasnya.
Ia memastikan Indonesia akan terus memberikan dukungan terhadap UNRWA dan mandat yang diberikan melalui sistem PBB.
“Indonesia akan terus berdiri bersama UNRWA dan mendukung mandat yang telah dipercayakan kepadanya,” ujar Sugiono.
Content creator dan penulis feature yang menyukai topik travel, budaya, dan destinasi wisata Asia.

