Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengecam serangan kelompok geng bersenjata di Gros-Morne, Departemen Artibonite, Haiti, yang dilaporkan menewaskan sedikitnya 11 orang. Insiden tersebut kembali menyoroti kondisi keamanan dan kemanusiaan yang memburuk di negara Karibia itu.
Juru Bicara Sekjen PBB Stephane Dujarric mengatakan serangan pada Senin menjadi gambaran besarnya dampak kekerasan geng terhadap masyarakat yang tinggal di wilayah yang berada di bawah kendali atau pengaruh kelompok bersenjata.
Menurut Dujarric, situasi tersebut menunjukkan kebutuhan mendesak untuk memperkuat langkah keamanan di Haiti. Salah satu upaya yang didorong adalah pengerahan penuh Pasukan Penumpas Geng atau Gang Suppression Force (GSF).
Dujarric juga menekankan bahwa penanganan kekerasan tidak cukup hanya melalui operasi keamanan. Berbagai faktor yang mendorong kekerasan dan ketidakstabilan di Haiti juga perlu ditangani sebagai bagian dari upaya jangka panjang.
Data Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia yang dikutip Dujarric mencatat lebih dari 3.000 orang tewas di Haiti sepanjang Januari hingga Juni. Angka tersebut menggambarkan besarnya tekanan keamanan yang masih dihadapi masyarakat.
Di tengah kondisi tersebut, PBB bersama sejumlah mitra kemanusiaan tetap menyalurkan bantuan berupa makanan, layanan kesehatan, dukungan psikososial, dan bantuan tunai darurat. Namun, kebutuhan masyarakat disebut masih jauh lebih besar dibandingkan sumber daya yang tersedia.
Rencana respons kemanusiaan Haiti membutuhkan pendanaan sekitar 880 juta dolar AS untuk menjangkau 4,2 juta orang. Hingga akhir September, pendanaan yang tersedia masih kurang dari separuh kebutuhan tersebut, sementara tahun 2026 tinggal menyisakan tiga bulan.
Sebelumnya, Guterres menyambut pengesahan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2829 yang memperpanjang mandat GSF di Haiti selama enam bulan. Ia juga meminta negara-negara anggota mempercepat pengiriman personel yang masih dibutuhkan agar pasukan tersebut dapat menjalankan mandatnya secara penuh.
Content creator dan penulis feature yang menyukai topik travel, budaya, dan destinasi wisata Asia.

