Harga Minyak Melonjak 5 Persen Setelah Trump Nyatakan Gencatan Senjata AS-Iran Berakhir

Harga Minyak Melonjak 5 Persen Setelah Trump Nyatakan Gencatan Senjata AS-Iran Berakhir
Harga Minyak Melonjak 5 Persen Setelah Trump Nyatakan Gencatan Senjata AS-Iran Berakhir
Ilustrasi. Foto: Harga Minyak Melonjak 5 Persen Setelah Trump Nyatakan Gencatan Senjata AS-Iran Berakhir

Harga minyak dunia melonjak lebih dari 5 persen pada perdagangan Rabu (8/7) setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan gencatan senjata antara AS dan Iran telah berakhir. Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas pasokan energi global, terutama karena meningkatnya risiko gangguan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, jalur pelayaran yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan minyak dunia.

Kenaikan harga terjadi setelah ketegangan kembali meningkat di Timur Tengah menyusul serangan terbaru Amerika Serikat terhadap target di Iran dan aksi balasan Teheran terhadap kepentingan AS di kawasan Teluk. Situasi semakin memanas ketika Trump menyebut nota kesepahaman yang sebelumnya menjadi dasar penghentian konflik tidak lagi berlaku. Pernyataan tersebut langsung memicu aksi beli di pasar komoditas karena investor memperhitungkan potensi terganggunya pasokan minyak global.

Merespons perkembangan itu, harga minyak mentah Brent sempat melesat hingga mendekati US$78 per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik ke kisaran US$74 per barel. Kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya premi risiko geopolitik, mengingat sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia melewati Selat Hormuz. Gangguan terhadap jalur tersebut dinilai berpotensi menghambat distribusi energi ke berbagai negara.

Lonjakan harga minyak juga berdampak pada pasar keuangan global. Bursa saham di Asia, Eropa, hingga Amerika Serikat bergerak melemah karena investor beralih ke aset yang dinilai lebih aman. Selain itu, kenaikan harga energi memunculkan kembali kekhawatiran terhadap inflasi global yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan suku bunga bank sentral di sejumlah negara.

Meski harga minyak melonjak tajam, sejumlah analis menilai dampaknya terhadap harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia belum tentu terjadi dalam waktu dekat. Penyesuaian harga BBM dalam negeri tidak hanya dipengaruhi oleh harga minyak mentah internasional, tetapi juga mempertimbangkan rata-rata harga minyak dalam periode tertentu, nilai tukar rupiah, biaya distribusi, serta kebijakan pemerintah dan badan usaha energi.

Pelaku pasar kini akan mencermati perkembangan hubungan AS-Iran dalam beberapa hari ke depan. Apabila ketegangan terus meningkat atau terjadi gangguan lebih besar terhadap jalur distribusi energi di Timur Tengah, harga minyak diperkirakan masih berpotensi bergerak volatil. Sebaliknya, jika upaya diplomasi kembali dilakukan dan situasi mereda, tekanan terhadap pasar energi dapat berangsur berkurang.

Website |  + posts

Shama is a Content Specialist, News Writer, and PR Professional with over 4.5+ years of experience in digital publishing, journalism, press release writing, and SEO content development. She specializes in business, technology, blockchain, cryptocurrency, finance, and corporate communications, creating well-researched and engaging content for media platforms, brands, and global audiences. Throughout her career, she has contributed to news articles, press releases, industry reports, and thought leadership content, helping organizations communicate complex ideas with clarity and credibility. Her work is driven by a commitment to accuracy, research, and delivering valuable insights that inform and engage readers.