Operasi pasar Perum Bulog dinilai dapat menjadi langkah jangka pendek pemerintah untuk menahan tekanan inflasi pangan pada September 2026. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Dipo Satria Ramli menyebut stabilisasi harga beras dan komoditas pokok perlu menjadi perhatian utama pemerintah.
Menurut Dipo, risiko kenaikan harga pangan semakin penting diantisipasi pada kuartal III dan IV 2026. Kondisi tersebut berkaitan dengan potensi gangguan pasokan akibat fenomena El Nino yang dapat memengaruhi produksi sejumlah komoditas.
Dipo mengatakan beras dan cabai menjadi dua komoditas yang perlu mendapatkan perhatian lebih karena harganya telah berada pada level relatif tinggi. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga beras eceran nasional pada Rabu berada di kisaran Rp14.750 hingga Rp17.700 per kilogram.
Sementara itu, harga cabai rawit merah tercatat sekitar Rp78.100 per kilogram dan cabai merah keriting mencapai Rp70.400 per kilogram.
Selain operasi pasar, Dipo mengusulkan pemerintah memberikan subsidi biaya transportasi antardaerah untuk mengurangi beban distribusi. Percepatan penyaluran bantuan sosial seperti BPNT dan PKH juga dinilai dapat membantu menjaga daya beli masyarakat.
Badan Pusat Statistik mencatat inflasi nasional pada Agustus 2026 mencapai 0,21 persen secara bulanan dan 3,19 persen secara tahunan. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi tahunan 3,86 persen dengan kontribusi 1,13 persen terhadap inflasi umum.
Dipo juga mengingatkan potensi dampak El Nino terhadap beras, cabai, bawang merah, dan bawang putih. BMKG memperkirakan fenomena tersebut masih berlangsung hingga awal kuartal I 2027.
Pemerintah sebelumnya telah menjalankan sejumlah program stabilisasi, antara lain penyaluran beras SPHP, Gerakan Pangan Murah, serta bantuan pangan. Hingga 7 Agustus 2026, Gerakan Pangan Murah telah digelar 7.586 kali di 38 provinsi.
Untuk jangka menengah, Dipo mendorong subsidi benih, pupuk, dan air. Ia juga menilai kebijakan mempertahankan harga Pertalite, Biosolar, serta tarif listrik dapat membantu menjaga daya beli sekaligus menekan dampak lanjutan inflasi melalui biaya logistik.
Kontributor media online dengan fokus pada dunia olahraga, komunitas digital, dan tren anak muda.

