Pemerintah membuka peluang investasi yang lebih luas bagi dunia usaha melalui berbagai program strategis di sektor pangan. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan nilai tambah di berbagai sektor produksi.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan ekosistem pangan tidak dapat hanya mengandalkan peran pemerintah. Menurutnya, keterlibatan pelaku usaha menjadi faktor penting untuk memperkuat rantai pasok, distribusi, pengolahan hasil produksi, hingga pengembangan industri pangan dari hulu ke hilir.
Pernyataan tersebut disampaikan Zulkifli Hasan saat menghadiri Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkornas) XXXV Apindo di Makassar. Dalam forum tersebut, ia mengajak kalangan dunia usaha memanfaatkan berbagai program prioritas pemerintah sebagai peluang investasi jangka panjang.
Beberapa program yang ditawarkan meliputi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), Kawasan Nelayan Modern Terintegrasi (KNMP), serta pembangunan Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Ketiga program tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk memperkuat ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pada sektor pedesaan, KDMP dipersiapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi yang menghubungkan petani, koperasi, pelaku usaha lokal, hingga pasar yang lebih luas. Hingga kini, lebih dari 30.000 koperasi desa dan kelurahan telah terbentuk di berbagai daerah. Pemerintah menargetkan pembangunan 35.872 gedung KDMP selesai pada Agustus 2026, sebelum mulai beroperasi secara bertahap pada September untuk mendukung distribusi pangan, penyerapan hasil pertanian dan perikanan, serta penyaluran berbagai program pemerintah.
Di sektor kelautan, pemerintah juga mempercepat pengembangan Kawasan Nelayan Modern Terintegrasi. Program ini membuka peluang investasi pada pembangunan cold storage, sistem logistik, industri pengolahan hasil laut, hingga pemasaran produk perikanan agar nelayan memperoleh nilai tambah yang lebih besar. Pemerintah menargetkan pembangunan 1.386 KNMP sepanjang 2026, setelah tahap pertama sebanyak 65 kawasan selesai dibangun pada April lalu.
Selain itu, pemerintah mendorong percepatan pembangunan 33 fasilitas Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi pengelolaan limbah sekaligus penyediaan energi berkelanjutan. Program tersebut ditargetkan mampu mengurangi timbulan sampah hingga 33.000 ton per hari pada 2029.
Menurut Zulkifli Hasan, kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan sektor swasta akan mempercepat realisasi berbagai program strategis nasional. Dengan dukungan investasi dari dunia usaha, pemerintah berharap pembangunan sektor pangan tidak hanya meningkatkan ketahanan nasional, tetapi juga menjadi motor pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

